Senin, 25 April 2011

MANFAAT BELAJAR

MANFAAT BELAJAR

Mendengar kata belajar mungkin sudah tidak terasa asing lagi di telinga semua orang yang hamper membuat kebanyakan orang menjadi “ALERGI” untuk mendengarnya. Karena yang terbayang dibenak semua orang adalah setumpuk buku-buku yang ada di hadapan mereka untuk dibaca dan dipelajari semuanya, yang akan menjadi membosankan. Kenapa orang-orang trsebut merasa bosan dengian orang-orang tersebut yang berasumsi bahwa mereka sudah lama lulus sekolah, jadi untuk apa belajar. Orang seperti itu berfikir demikian karena mereka tidak melihat atupun belum menikmati manfaat dahsyat dari kegiatn “belajar”.

Apple iPod Classic 160GB Spesifikasi Harga Foto

Apple iPod Classic 160GB Spesifikasi Harga Foto – Berita informasi tentang gadget terbaru. Apple iPod Classic ini adalah sebuah iPod dengan memori sampai 160GB membuat pelanggan menjadi merasa puas. Dan silahkan anda baca langsung artikel tentang Apple iPod Classic 160GB Spesifikasi Harga Foto di bawah ini.

GURU DI BAWAH BAYANG-BAYANG ORANG TUA

(Artikel ke 3)
Mudzakkir Hafidh
Sebenarnya problematika ketidakmandirian guru termasuk sekolah bahkan kepala sekolah terhadap sebagian prilaku, sikap dan harapan sebagian orang tua yang merasa punya kewenangan lebih/hak lebih dalam proses pendidikan anak sudah ada sejak awal tahun 2000 an, dulu orang tua sangat hormat kepada guru begitu juga para murid juga sangat menghormati guru, namun sekarang terbalik orang tua sudah berkurang hormatnya kepada guru, bahkan anak didik sekarang juga mulai kurang hormat kepada guru.
Karena merasa membayar lebih tinggi, sebagian guru dan kepala sekolah di sekolah-sekolah swasta level menengah ke atas  seakan-akan lebih menjadi buruh, maaf mungkin pembantu, dan bukan lagi guru dalam pengasuhan dan pembimbingan anak mereka. Guru tidak lagi sekeramat dulu yang dihormati sebagaimana orang tua bagi anak di rumah. Para orang tua menuntut anaknya diperhatikan secermat mungkin, mulai datang di sekolah sampai pulang kembali, anak dalam keadaan utuh dan sehat.

ILMUWAN MINUS PENELITIAN

Oleh Saifur Rohman
Peneliti Filsafat
Survei SCImago melaporkan, publikasi hasil penelitian Indonesia selama 13 tahun (1996-2008) adalah 9.194 tulisan. Angka itu menempatkan negeri ini di urutan ke-64 dari 234 negara yang disurvei. Dibanding negara tetangga, Singapura berada pada peringkat ke-31, Thailand ke-42, dan Malaysia 48.
Data itu tidak signifikan dengan jumlah peneliti di perguruan tinggi yang mencapai 89.022 orang. Menurut Kementerian Pendidikan Nasional, peneliti berpendidikan magister mencapai 71.489 orang, doktor 13.033 orang, dan guru besar 4.500 orang. Jika mengacu data SCImago, berarti dalam rentang lebih dari 10 tahun hanya ada satu dari 10 dosen yang menerbitkan hasil penelitian. Jika interval dipersempit dalam rentang satu tahun, jelas persentase itu sepuluh kali lebih sedikit.
Kenapa jumlah peneliti tidak berbanding lurus dengan hasil penelitian? Apa yang sesungguhnya terjadi dalam kinerja para ilmuwan kita

MENGINTIP SISTIM PENDIDIKAN MALASYIA

Malaysia, Singapura dan Cina ternyata masih menerapkan metode Standarisasi Test atau lebih kita kenal dengan Ujian Akhir Negeri (UAN) disekolah-sekolah kita. Tujuan UAN sebenarnya hanya ingin meningkatkan ‘nilai’ kecerdasan kepada siswa-siswanya, namun karena UAN jugalah, jumlah siswa yang putus sekolah masih banyak.
Tapi Indonesia memiliki Paket A, B dan C sebagai alternatif setelah putus sekolah, sedangkan ketiga negara asia tersebut lebih berkonsentrasi pada Homeschooling bagi yang masih berusia remaja dan Nightschooling bagi dewasa. sedangkan ketiga negara asia tersebut lebih berkonsentrasi pada Homeschooling bagi yang masih berusia remaja dan Nightschooling bagi dewasa.

Selasa, 19 April 2011

My Self

Hi...
Im Nezindaclub !!!!
DREAM,BELIEVE AND MAKE IT HAPPEN